The Only Human Who Could Ignite The Sparks




"dia indah meretas gundah
dia yang selama ini ku nanti
membawa sejuk, memanja rasa
dia yang selalu ada untukku

di dekatnya aku lebih tenang
bersamanya jalan lebih terang

tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
berdua kita hadapi dunia
kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
bersama arungi derasnya waktu

kau milikku, ku milikmu
kau milikku, ku milikmu

di dekatnya aku lebih tenang
bersamanya jalan lebih terang

tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
berdua kita hadapi dunia
kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
bersama arungi derasnya waktu

bila di depan nanti
banyak cobaan untuk kisah cinta kita
jangan cepat menyerah
kau punya aku, ku punya kamu, selamanya kan begitu

tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
berdua kita hadapi dunia
kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
bersama arungi derasnya waktu

kau milikku, ku milikmu
kau jiwa yang selalu aku puja"



Cowo yang tiap kita bumped up in somewhere crowded suka act ga kenal
Cowo yang tiap dichat cuman bales "..." , "Y" , "Oh" , "Yaudah"
Cowo yang ga pernah tau how to treat his girl
Cowo yang ambisius tapi ga pernah punya short term plan and ended up cancelling things
Cowo yang pemalu
Cowo yang malu-maluin
Cowo, bukan?


Cowo, kok :D

Kenalin ini mamazq. Mamaz ketemu gede. Ga bisa dipanggil mamaz juga sih tho dia 95liner bcs he's so childish as fuck and full of himself.

Namanya Agung Tri Nugroho. Namanya jawa sekali gais, tapi doi gabisa ngomong jawa kecuali turu sama mulih *biasa, jawa karbitan*
Orangnya pendek. Seriusan dia se gue tingginya. Idungnya gede tapi mancung. Fair-skinned. Has sharp jawline. Omg omg omg. Bibirnya tebel trus kecil. Badannya kecil. Dadanya ga bidang. Ga bisa olahraga kecuali panahan sama tarkam. Nama pacarnya 'Game'.

Dia ga bisa main musik. Suaranya juga sember. Jadi tiap jalan dan suddenly dia humming something, it feels like 'ugh not again'. Lmao. oiya dia lebih famous dengan nama midul. Mirip senior gue yang namanya bang Dul. Dan trust me he is. Gue pernah lagi berantem sama doi dan tibatiba gue nyadar kalo sekelas sama bang Dul di suatu mata kuliah, and i cant see bang dul in da eyes. I CANNOT. Bcs they're so look-alike. Jangan jangan mereka kembar~

Iya. Tapi walaupun flawsnya udah sebanyak itu, dunno why, there is always something that makes me cannot escape from him gitu. Gue juga mikir apaaaa. But yagatau. Kalo diinget-inget, Agung romantis juga. Yea walaupun most of the time dia kaya anying emang orangnya. Misalnya, pas gue mau balik ke kampung. Muka dia yang kaya sedih gituuu unyubgt. Tho dia ga bisa nganter sampe stasiun, dia sempetin jam 4 pagi, without telling me, dateng ke kosan just to say bye. Saying 'take care there' , 'warn me if i forget to reply your chats' , and was ended with him who kissed my forehead. Ouuucchhhhh i was melted and wanna kick his ass for being so cute at that time.

If i can say directly to him, i would say that i love his hair, i love his arms, i love his nose, i love his jawline, i love his cheek, i love his face. And above all, i love him just the way he is.




Bonus
Agung: Lu udah makan cuk?
Gue: Bentar lagi wifian
Agung: Makan lu ntar mati, gua yang repot
Gue: Anying.


Leave a Reply

Diberdayakan oleh Blogger.